KISAH BEBERAPA BHAKTA MURUGAN

Adi Shankara

Shankara, sang penyampai filsafat Advaita adalah seorang filsuf Saivite yang hebat. Abhinaya Gupta, penentang Shankara, menyebabkan Adi Shankara sakit secara fisik. Siwa datang dalam mimpi Adi Shankara dan mengarahkannya untuk pergi ke Jayantipuram (Thiruchendur) dan berdoa kepada Murugan. Ketika ia sampai di Jayantipuram untuk berdoa kepada Skanda, ia melihat Adisesha sedang memuja di kaki Murugan. Langsung pada saat itu Shankarar melantunkan Shanmukha Bhujanggam (syair-syair pemujaan ular) untuk memuji Shanmukha. Adi Shankara kemudian sembuh dari penyakitnya. Diyakini bahwa dengan melantunkan Shanmukha Bhujanggam dan mengolesi abu suci Vibuthi, siapa pun akan sembuh dari penyakit apa pun.

Arunagirinathar

Murugan menunjukkan kebaikannya kendati bertemu orang jahat dan mengubah mereka menjadi baik. Arunagirinathar, yang merupakan perwujudan kejahatan menyadari kebodohannya dan mencoba bunuh diri dengan melompat dari menara kuil. Murugan menyelamatkannya dengan memberinya abu suci Vibuthi dan rosario (japamala). Arunagirinathar kemudian mengunjungi semua pusat Murugan dan menyanyikan Thiruppugazh, dan himne-himne lainnya. Sebelumnya, Arunagirinathar juga telah pernah melihat kaki suci Murugan di kuil Swamimalai. Ketika penguasa Tiruvannamalai, seorang penyembah Kali yang agung, menantang Arunagirinathar  untuk memperlihatkan Murugan, Tuhan muncul di hadapan semua orang untuk menyelamatkan penyembahNya dari hukuman mati. Demikian pula ketika terjadi konflik verbal antara Arunagirinathar dan Villiputturar (seorang Vaishnavite), Arunagirinathar menyanyikan Kantharanthati yang tidak dapat dijelaskan oleh Villiputturar. Karena itu, Villiputturar berusaha merobek telinganya sendiri, tetapi Arunagirinathar menyelamatkannya dari kejadian itu. Hal ini jelas adalah karena anugerah Murugan. Kemudian pada kesempatan lain, penguasa Tiruvannamalai memerintahkan Arunagirinathar untuk mengambil bunga dari tempat tinggal para dewa. Arunagirinathar bertransmigrasi ke dalam tubuh burung beo untuk melakukannya. Namun, sebelum ia dapat kembali dengan bunga tersebut, penguasa tersebut mencoba membakar tubuh Arunagirinathar. Oleh karena itu, Arunagirinathar secara permanen menemukan tempatnya dalam bentuk burung beo di tangan Parwati. Arunagirinathar akan selalu dikenang oleh para bhakta Murugan atas komposisinya yang luar biasa, yang memiliki ritme dan pengertian yang mendalam.

Kachiappa Sivachariyar

Kachiappa Sivachariyar adalah penulis Kanthapuranam dalam bahasa Tamil. Sangat menarik untuk dicatat bahwa Kanthan (Murugan) sendiri yang memberikan baris pertama Kanthapuranam, yakni: ‘Tigadachakkara-chemmukha-maindullan’ kepada pemujanya. Ketika puisi itu dirilis, seorang penyair menolaknya dan Murugan sendiri muncul dan menihilkan penolakan tersebut. Sivachariyar tetap populer hingga saat ini karena komposisinya yang merupakan hasil pengabdiannya yang tak terbantahkan kepada Velan/Murugan.

Vallalaar

Orang bijak dari Vadalur mengajarkan Samarasasanmarga. Vallalaar memperoleh anugerah Arumugam dalam bentuk Gnanadesika. Tiruvarutpa-nya, yaitu Tirumurai kelima, Devamanimalai,  memberikan gambaran yang jelas tentang keyakinan dan pengabdiannya yang kuat kepada Arumugam dan bagaimana penyerahan diri di kaki padma Tuhan akan memberikan hasil akhir yang terbaik dalam kelahiran ini dan kelahiran berikutnya.