Kuil ini didedikasikan untuk untuk Dewi Shri Raja Rajeshwari Amman dan Dewa Murugan yang melambangkan kebijaksanaan, keberanian, dan perlindungan dalam agama Hindu. Kuil ini tidak hanya menjadi tempat pemujaan, tetapi juga pusat spiritual yang mengajarkan nilai-nilai Dharma (kebenaran), Bhakti (pengabdian), dan Shakti (kekuatan).
Pratima Dewa Murugan setinggi 17 meter (55 kaki) yang terletak di Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, telah diakui oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai arca tertinggi di Indonesia. Penghargaan ini diberikan pada tanggal 28 Juli 2019. Pembangunan arca megah ini melibatkan 11 arsitek dan pemahat yang didatangkan langsung dari Tamil Nadu, India, untuk memastikan setiap detilnya mencerminkan keindahan dan keagungan seni arsitektur yang khas. Pratima ini berdiri persis di sebelah Kuil Shri Raja Rajeshwari Amman. Kuil dan Pratima serta kompleks yang luas dan asri ini telah diagendakan menjadi salah satu destinasi wisata religi penting di Sumatera Utara
Arupadai Veedu (six sacred abode) adalah enam kuil yang didedikasikan untuk Murugan, terletak di Thiruparankundram, Thiruchendur, Palani, Swamimalai, Tiruttani, dan Pazhamudircholai, yang kesemuanya berada di negara bagian Tamil Nadu. Salah satu tradisi utama dari enam kuil itu adalah peristiwa para bhakta mencukur rambut untuk menghormati Palani. Enam tempat suci Murugan ini disebutkan dalam literatur era Sanggam (academy), termasuk dalam teks Tirumurukatṟuppadai yang disusun oleh Nakkiranar, dan dalam untaian Thiruppugazh, oleh Arunagirinathar.
Shankara, sang penyampai filsafat Advaita adalah seorang filsuf Saivite yang hebat. Abhinaya Gupta, penentang Shankara, menyebabkan Adi Shankara sakit secara fisik. Siwa datang dalam mimpi Adi Shankara dan mengarahkannya untuk pergi ke Jayantipuram (Thiruchendur) dan berdoa kepada Murugan. Ketika ia sampai di Jayantipuram untuk berdoa kepada Skanda, ia melihat Adisesha sedang memuja di kaki Murugan. Langsung pada saat itu Shankarar melantunkan Shanmukha Bhujanggam (syair-syair pemujaan ular) untuk memuji Shanmukha. Adi Shankara kemudian sembuh dari penyakitnya. Diyakini bahwa dengan melantunkan Shanmukha Bhujanggam dan mengolesi abu suci Vibuthi, siapa pun akan sembuh dari penyakit apa pun.
Thaipusam atau Thaipusa(t)Thirunaal adalah festival Hindu yang dirayakan oleh kaum Tamil pada bulan Tamil Thai (Jan/Feb) baik di India, khususnya di Arupadai Veedu, maupun di berbagai negara di dunia untuk mengangungkan kebesaran Thirumurugan yang sering juga disebut sebagai Tamil Kadavul. Semua kuil dengan dewa utama Murugan khususnya akan melaksanakan acara Thaipusam secara maksimal. Thaipusam berasal dari kata Thai dan Pusam (nama bintang = nakshatra).
Agastya Muni dianggap sebagai seorang dari tujuh resi (Saptarishi) yang sangat diagungkan. Beliau merupakan siswa langsung dari Adiyogi Siwa dan sebagian orang meyakini bahwa beliau hidup selama 4000 tahun. Mahabaratha dan beberapa Purana memasukkan Agastya Muni sebagai seorang dari tujuh resi yang berperan penting dalam menyebarkan pengetahuan Weda, berbagai kebajikan dan ajaran spiritual lainnya. Namun, di sisi lain, sejumlah teks dan tradisi tidak memasukkan Agastya Muni dalam daftar tujuh resi dimaksud. Secara umum yang dikenal dalam daftar Saptarishi adalah: Bhrigu, Atri, Vasishta, Vishwamitra, Gautama, Jamadagni, dan Kashyapa.
Pangguni Uthiram yang juga dikenal sebagai Meena Uttara-Phalguni adalah suatu perayaan yang penting, utamanya bagi kaum Hindu Tamil. Pangguni Uthiram biasanya jatuh pada bulan purnama Pangguni di akhir bulan Maret dan awal April setiap tahun.
Karthigai Deepam adalah festival yang dirayakan selama tiga hari, utamanya oleh warga Hindu Tamil dan merupakan suatu perayaan yang sudah sangat kuno. Sebagian orang menganggapnya sebagai kepanjangan perayaan Deepavali.
Di India, perayaan Karthigai Deepam sangat terkenal di Thiruvannamalai, di mana dulu tinggal seorang Jivanmuktha bernama Ramana Maharishi. Acara Karthigai Deepam di sini berlangsung selama 10 hari di Kuil Thiruvannamalai Arunachaleswara Swamy. Karthigai Deepam juga dikenal dengan sebutan Karthigai Brahmotsavam.
Setiap tahunnya, pada saat Karthigai Deepam, Arunachala, yang berarti pegunungan cahaya/sinar/api menjadi hidup dan terang benderang dengan dipasangnya lampu-lampu. Kegiatan itu menjadi simbol yang menjembatani jarak antara dua realitas yaitu gerakan dari intelijensia manusia yang rendah ke intelijensia yang tinggi dan suci.
Seputar kuil dihiasi dengan berbagai ukiran kisah religius Hindu dan Pratima/Arca Dewa Murugan dilengkapi dengan Arupadai Veedu yang merupakan enam tempat penampilan suci Dewa Murugan di Tamil Nadu, India.
Memiliki pemandangan alam yang indah dan asri yang memberikan rasa kedamaian dan ketenangan bagi semua pengunjung.
Dibangun dengan arsitektur tradisional Hindu yang megah
“Terwujudnya Masyarakat Hindu Dharma Indonesia yang sejahtera dan bahagia (Jagadhita dan Moksa)
bersumber dari Pustaka Suci Weda serta susastra Weda”
Sembahyang harian (pagi dan sore/malam) dan utamanya pada hari Jumat pagi
Abishekam – Penyucian semua Pratima/Arca Dewa Dewi yang ada di kuil, utamanya dengan patram: daun, pushpam: bunga, phalam: buah, dan toyam: air
Bhajan & Aarati – Pujian kepada Dewa Dewi melalui nyanyian dan pembacaan mantra (pirartanai) serta penyalaan lampu bagi penyebaran energi suci
Prasadam – Pembagian makanan yang telah disucikan kepada umat.
Lokasi : Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Whatsapp : +62811886372
Email : shrirajarajeshwariammankuil@gmail.com