Karthigai Deepam adalah festival yang dirayakan selama tiga hari, utamanya oleh warga Hindu Tamil dan merupakan suatu perayaan yang sudah sangat kuno. Sebagian orang menganggapnya sebagai kepanjangan perayaan Deepavali.
Di India, perayaan Karthigai Deepam sangat terkenal di Thiruvannamalai, di mana dulu tinggal seorang Jivanmuktha bernama Ramana Maharishi. Acara Karthigai Deepam di sini berlangsung selama 10 hari di Kuil Thiruvannamalai Arunachaleswara Swamy. Karthigai Deepam juga dikenal dengan sebutan Karthigai Brahmotsavam.
Setiap tahunnya, pada saat Karthigai Deepam, Arunachala, yang berarti pegunungan cahaya/sinar/api menjadi hidup dan terang benderang dengan dipasangnya lampu-lampu. Kegiatan itu menjadi simbol yang menjembatani jarak antara dua realitas yaitu gerakan dari intelijensia manusia yang rendah ke intelijensia yang tinggi dan suci. Kesadaran yang semakin meningkat membebaskan seseorang dari ego, kerakusan, penipuan, rasa sakit dan penderitaan.
Pada hari Karthigai Deepam, cahaya dinyalakan di semua tempat di Thiruvannamalai, tetapi hanya para orang suci yang dapat melihat cahaya Siwa yang sebenarnya betul-betul muncul di sana sekali setahun. Bagi orang biasa, untuk mereplikasikan situasi itu, lampu/cahaya/api yang terang dan megah dinyalakan pada puncak gunung di Thiruvannamalai.
Thiruvannamalai juga melambangkan Siwa atau intelijensia yang lebih tinggi yang dapat membakar semua ketidaksucian. Menyalakan cahaya di sana adalah seperti menyalakan lampu di kaki suci Siwa. Lampu-lampu yang dinyalakan di sana juga dianggap pertanda untuk mengingat pembagian ilmu yang tak terbatas tentang ‘aum/om,’ yang membantu manusia ke pencerahan (enlightenment) dan emansipasi. Murugan juga diciptakan Siwa pada bulan Karthigai dan karenanya salah satu nama Murugan adalah Karthigeya.
Asal Muasal Karthigai Deepam
Sekali waktu, Wisnu dan Brahma bertikai tentang siapa yang lebih kuat. Ketika peristiwa itu berlangsung, Siwa muncul di hadapan mereka dalam bentuk pilar api. Wisnu dan Brahma berhenti bertikai dan berupaya menemukan awal dan akhir dari pilar api tersebut. Brahma mengambil bentuk angsa untuk terbang menemukan fenomena tersebut menuju angkasa, sementara Wisnu mentransformasikan dirinya menjadi kura-kura dan masuk mencari pilar api tersebut ke dalam samudera. Setelah cukup lama mencari, baik Brahma maupun Wisnu tidak dapat menemukan asal usul maupun awal dan akhir cahaya yang berupa api itu.
Wisnu kemudian menyatakan secara terus terang bahwa Ia gagal. Tetapi Brahma, mengatakan telah menemukan Thazhaampu, sejenis bunga, yang telah terapung selama 30.000 tahun dari kepala Siwa sebagai sumber api itu. Mendengar ucapan Brahma yang lebih dianggap sebagai kebohongan, Siwa menghukum Brahma dengan menyatakan bahwa tidak akan ada kuil yang dibangun untuk Brahma di dunia. Akhirnya, baik Brahma maupun Wisnu menyadari bahwa pilar cahaya itu tidak lain adalah Siwa sendiri. Peristiwa inilah yang dikaitkan dengan penampilan Siwa dalam bentuk Jyothi (light of fire) di gunung Arunachala/Thiruvannamalai.
Di kuil Thiruvannamalai, Siwa dipuja sebagai Annamalaiyaar atau Arunachaleswarar yang direpresentasikan sebagai Linggam dengan pendampingNya Unnamalaiyaal (Apitakuchambaal – Parwati). Kuil ini merupakan tempat penting untuk Saivisme dan dianggap sebagai satu dari “Pancha-Bootha Stalam” yang diasosiasikan dengan elemen api (agni). Sementara itu, empat elemen lainnya berupa, bumi, air, udara dan ether/angkasa, masing-masing diwakili oleh kuil Ekambareswarar, Jambukeshwarar, Kalahasteeswarar dan Natarajar, yang kesemuanya berada di Tamil Nadu, kecuali kuil Kalahasteeswarar yang berlokasi di Srikalahasti, Andhra Pradesh.
Kebesaran Siwa dalam peristiwa ini dirayakan sebagai Karthigai Deepam dan puncak perayaannya disebut Maha Deepam. Biasanya di sana hadir sekitar tiga juta peziarah setiap tahunnya, termasuk dari luar negeri, di mana dari semua penjuru menggema sebutan “Annamalaiyaarukku Haro Hara.”
Ketika acara berlangsung, jajaran agal vilakku (lampu minyak) dipasang di setiap rumah, di berbagai sisi, di pintu, di dekat jendela, di depan, di belakang dan di mana-mana, dengan hiasan Kolam (Rangoli). Hal simbolik yang penting di sini adalah bukan menyalakan lampu di dunia luar, tetapi menghidupkan api ‘Jnana’ atau ilmu pengetahuan di dalam hati setiap individu.
Pada setiap hari bulan penuh, pegunungan Annamalai juga didatangi oleh sekitar satu juta orang yang melakukan ‘Girivalam’ dan memuja Annamalaiyaar.
Pohon Nellikkai
Ada kaitan khusus antara pohon Nellikkai (Gooseberry/Awala/Amla) dengan bulan Karthigai. Diyakini bahwa mendengarkan cerita tentang Murugan atau Karthigeya di bawah pohon Nellikkai akan membantu seseorang memperoleh kesehatan dan kesejahteraan.
Hal-hal berikut dapat terjadi di bulan Karthigai. Jika seseorang makan di bawah pohon ini, ia akan menjadi sehat. Jika ketika berada di bawah pohon Nellikkai, seseorang memberi makanan kepada orang yang lapar atau miskin maka diyakini keinginannya akan terkabulkan. Jika seorang perempuan makan di bawah pohon ini maka perbuatan sedemikian dipercayai dapat membantu kesejahteraan hidup segenap keluarga.
Signifikansi sedemikian tentang pohon Nellikkai dijelaskan dalam Padma Purana dan Skanda Purana, yang inti ceritanya mengisahkan para Dewa dan petapa suci tinggal di bawah pohon Nellikkai selama bulan Karthigai. Karenanya, sembahyang di bawah pohon Nellikkai selama periode bulan Karthigai dipercayai membantu mengurangi kesulitan manusia dan dapat memenuhi suatu keinginan.