
Pangguni Uthiram yang juga dikenal sebagai Meena Uttara-Phalguni adalah suatu perayaan yang penting, utamanya bagi kaum Hindu Tamil. Pangguni Uthiram biasanya jatuh pada bulan purnama Pangguni di akhir bulan Maret dan awal April setiap tahun.
Pentingnya Pangguni Uthiram
Pangguni Uthiram dianggap sebagai hari suci sesuai peristiwa yang digambarkan dalam Purana tentang kemuliaan Grahasta Dharma atau kehidupan perkawinan (Thirukkalyanam/Kalyana Utsavam) yaitu perwujudan unsur-unsur ketuhanan dalam penyatuan/perkawinan yang kekal/abadi/suci (celestial) yang berlangsung pada hari tersebut. Thirukkalyanam bermakna sebagai simbol cinta yang suci, berkah untuk hidup, pembaruan spiritual dan menjadi wahana yang memupuk kesatupaduan masyarakat. Adapun perayaan terkait peringatan wiwaha Dewi Parwati/Gowri dan Parameshvara/Siwa di Kanchipuram disebut Gowri Kalyanam, di samping wiwaha Murugan dan Deivayanai, Rama dan Sita dan juga Aandaal (Kothai) dan Ranggamannar serta Narayana dengan Kamala Sri Walli Naachiyar. Kesemuanya menggambarkan “kalyana kola seva” kepada para bhaktha. Hari tersebut juga dirayakan sebagai Ayyappa Jayanthi, utamanya di Kerala dan Tamil Nadu. Dalam Purana juga dinyatakan bahwa Mahalakshmi menjelma di bumi dan karenanya Pangguni Uthiram juga dirayakan sebagai Mahalakshmi Jayanthi.
Sebagian besar umat Hindu berpuasa pada perayaan Pangguni Uthiram dan membawa Pal Kudam/Kavadi. Para bhakta di India berkumpul di kuil-kuil Arupadai Veedu dan berdoa ke hadapan Sri Murugan.
Festival di Kuil
Diketahui dari Brahmananda Purana bahwa pada hari Pangguni Uthiram, diyakini setiap air suci bercampur dengan Thumburu Teertha (tangki air suci di Tirumala Tirupati). Para umat di India tercatat telah belajar dari prasasti tentang festival ini yang perayaannya telah diselenggarakan sejak kekaisaran Rajaraja Chola.
Festival dirayakan selama sepuluh hari di sebagian besar kuil Murugan. Ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan festival arak-arakan kereta suci di Palani. Kelompok pria melakukan ziarah dengan jalan kaki (paada yatra) ke kuil-kuil Murugan yang biasanya mencakup jarak sekitar seratus kilometer dan dilaksanakan selama tiga sampai empat hari, siang dan malam, sambil membawa Kavadi. Festival diakhiri dengan pemanggungan atau pelaksanaan upacara Thirukkalyanam dan kegiatan terkait Ayyappa Jayanthi.